Jumat, 20 November 2020

Resensi Film : READY OR NOT

photo by www.forbes.com

Judul Film       : Ready Or Not

Genre              : Thiller, Misteri

Durasi              : 95 Menit

Sutradara         : Matt Bettinelli-Olpin, Tyler Gillett

Produksi          : Mythology Entertainment Vinson Films

Tanggal Rilis   : 21 Agustus 2019 (Amerika Serikat), 24 Agustus 2019 (Indonesia)

Pemeran          : Samara Weaving, Adam Brody, Mark O'Brien, Henry Czerny, Andie MacDowell, dll


Film bergenre misteri ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Grace (Samara Weaving) yang baru saja dinikahi kekasih pujaannya Alex (Mark O’Brien). Pada awalnya Alex ragu akan keputusannya karena ada sesuatu hal yang terjadi pada keluarganya tapi dia sangat mencintai kekasihnya dan akhirnya memutuskan untuk menikahinya.

Keluarganya Alex adalah pemilik perusahaan Le Domas Family Games salah satu petusahaan games terbesar dan mereka ragu akan Grace yang hanya menginginkan harta dari Alex karena Alex adalah salah satu pewaris perusahaan keluarganya. Setelah pesta pernikahan selesai Alex dan Grace pulang ke rumah keluarga Alex. Tony (Henry Czerny) mertua Grace menjelaskan bahwa keluarganya ini memiliki tradisi setiap memiliki anggota baru dalam keluarga Le Domas. Tradisi ini sebenarnya sederhana yaitu memainkan sebuha games keluarga. Grace memiliki satu kesempatan mengambil kartu gamesnya dan bisa menentukan dia akan diterima atau tidak di keluarga ini. Dan Grace mendapatkan kartu yang salah, yaitu kartu Hide and Seek atau petak umpet. Satu hal yang tidak diketahui Grace adalah permainan Hide and Seek ini adalah sebuah persembahan kepada iblis bernama Le Bail. Grace akan menjadi tumbal untuk kali ini. Merasa istrinya dalam keadaan terancam Alex bergegas menyelamatkan istrinya dan berkhianat pada keluarganya.

Ingat perusahaan Games Le Domas Family yang sukses mengingatkan bahwa beratus tahun yang lalu keluarga Le Domas membuat perjanjian dengan iblis bernama Le Bail demi kesuksesan bisnis keluarga mereka dan sebagai imbalannya, seluruh anggota Le Domas mau tidak mau harus memainkan permainan yang ditulis sang iblis setiap tahunnya.

Awalnya grace bersembunyi seperti biasa untuk beberapa menit. Namun grace merasa cukup untuk bersembunyi kemudian keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan kembali kearah meja makan. Disaat yang bersamaan keluarga Le Domas bukan mencari Grace tapi malah menyiapkan peralatan khusus untuk menangkap dan membunuh Grace. Alex yang dikurung di sebuah ruangan merasakan keresahan akan keselamatan Grace istrinya. Alex akhirnya memilih untuk keluar kabur dari ruangan tersebut dan memberitahu Grace kalau dia akan segera diburu untuk makanan iblis. Alex mencari kesetiap sudut ruangan sebelum keluarga yang lain menemukannya. Alex akhirnya bisa menemukan Grace dan berbicara kepadanya untuk kabur dari rumah ini. Awalnya grace ragu dan merasa ini konyol tapi Grace akhirnya memilih untuk pergi. Grace mendapatkan kesulitan saat pergi dari rumah. Karena semua jalan keluar rumah hingga gerbang tertutup rapat. Semua mengincar Grace. Saat dalam keadaan tegang grace terkepung. Grace berhasil membunuh salah satu keluarga Le Domas dan semua sangat marah. Pada saat itu Grace tidak sengaja membunuh ibunya Alex. Alex pun sangat marah dan berbalik untuk membunuh Grace. Sekali tembakan saja sebenarnya Alex bisa saja membunuh Grace. Tapi matahari baru saja terbit dan beberapa keluarga menyadari itu dan berkata “kita terlambat”. Beberpa saat kemudian keluarga Le Domas mati saut persatu. Mati dengan ledakan di setiap kepala mereka. Sekarang tinggal Alex yang belum mati. Alex meminta maaf kepada Grace tapi Grace mengabaikannya. Dia merasa tidak dicintai lagi setelah Alex berusaha membunuhnya tadi malam. Grace akhirnya menembakan pistol besar ke kepala Alex dan dia mati.

Semua anggota keluarga Le Domas akhirnya mati. Berakhir dengan kematian dan kebangkrutan perusahaannya menjadikan Grace menyadari arti cinta yang sebenarnya. Ternyata cinta tak benar-benar hadir pada Alex untuk dirinya.

Film ini mengajarkan kita untuk tidak berurusan dengan hal ghaib seperti iblis. Melakukan perjanjian kepada iblis awalnya memang menguntungkan. Mendapatkan kesuksesan, kekayaan secara instan adalah hal sangat didambakan setiap orang. Namun akan ada tuntutan imbalan atas semua itu. Merenggut nyawa seseorang yang kita cintai seharusnya tak dapat menggantikan nya dengan godaan iblis tersebut. Seperti pada surat Al-Araf ayat 16-17 yang artinya “ Karena engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan muka dan belakang, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”


Dhea Rijki Kusmawati

1174020037

KPI/7A



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar